Jumat, 26 April 2013 10:41

Atasi Secara Dini Penyakit Pullorum dengan Test pada Breeder Unggas

Written by 
Rate this item
(0 votes)

drh. rosmawaty saoeni mp 104 contenfusiondrh. Hj. Rosmawaty Saoeni,MP

                       Widyaiswara Utama

 

Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea= BWD). Penyakit ini menimbulkan mortalitas yang sangat tinggi pada anak ayam umur 1-10 hari. Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, beberapa burung liar. Pullorum atau Berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini mampu bertahan ditanah selama 1 tahun

 

Di Indonesia penyakit pullorum merupakan penyakit menular yang sering ditemui. Meskipun segala umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi pada anak ayam yang baru menetas. Angka morbiditas pada anak ayam sering mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka kematian dapat mencapai 85%.

 

Cara penularan

 

Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:
- Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
- Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.

 

 Gejalaklinis
- napsu makan menurun
- feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
- Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
- kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering
- jengger berwarna keabuan
- mata menutup dan nafsu makan turun
- badan anak ayam menjadi lemas
- sayap menggantung dan kusam
- lumpuh karena artritis
- suka bergerombol

Perubahan patologi

 

Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu

 

Diagnosis

 

Isolasi dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test)

Pengobatan

 

Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.

Pencegahan

Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melaukukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan

 

Gambar Hasil Uji RWBT

1                              2

Gambar 1.   Pullorum affected chicks                 Gambar 2. Collection of blood for testing

                   with pasty vents

3                              4

Gambar 3. Standard antigen on test cards          Gambar 4. Mixing of blood and standard

                                                                                   Antigen

5                              6

Gambar 5. Sterilisation ofloop after                         Gambar 6. Result of rapid whole blood

                 each test                                                                   plate tests.

 

Pullorum Polivalen

 

 

 

A N TI G E N  PULLORUM POLIVALEN

Diagnosa cepat pullorum pada ayam 

Adalah suatu sediaan biologis dari suspensi bakteri Salmonella Pullorum inaktif yang diwarnai dengan Gentian Vioket. Antigen ini digunakan untuk mendiagnosa penyakit pullorum secara cepat 

KEUNGGULAN

       Mendiagnosa penyakit secara cepat (2 menit)

       Disamping mendiagnosa pullorum akibat S. pullorum, dapat pula mendiagnosa tifus unggas akibat S. gallinarum dan Salmonella spp group D

       Dapat digunakan untuk uji Rapid Whole Blood dan uji Rapid Serum pada ayam karier  

INDIKASI

       Untuk Uji Pullorum pada ayam pembibitan (breeder)

       Untuk semua umur, khususnya pada menjelang bertelur (umur 4 bulan) 

KOMPOSISI

       25% suspensi Salmonella Pullorum  dalam 1 % formalin

       Gliserin

       Gentian violet                

       S. Pullorum galur standar dan variannya 

CARA PAKAI

       Gunakan kaca bergaris vertikal dan horizontal (3 x 3m2)

       Teteskan ANTIGEN PULLORUM POLIVALEN (0.04 ml) ditengah kotak lempengan

       Teteskan darah/serum (0.02 ml) pada antigen

       Aduk rata dan baca dalam waktu 2 menit 

PEMBACAAN HASIL

       POSITIF (+) bila terjadi aglutinasi berwarna biru yang dikelilingi cairan jernih dalam waktu satu menit 2 menit

       NEGATIF (-) bila tidak terjadi aglutinasi dalam waktu 2 menit

       MERAGUKAN  ( + ) bila terjadi aglutinasi halus 



 


Read 929 times

Latest from drh. Rosmawaty Saoeni, MP.